Diarsipkan di bawah: Ekonomi
Matushita Konosuke, pendiri Matushita Denki Sangyo (Matsushita Electronic Corporation) mempunyai suatu filsafat dalam menjalankan manajemen bisnisnya yang perlu kita tiru. Yaitu filsafat air ledeng — apaan tuh???–
Di dunia materialis seperti sekarang ini, apabila seseorang mengambil barang bernilai kita maka kita akan menyalahkannya dan menuduhnya mencuri. Ini adalah suatu hal yang wajar adanya. Tapi, bagaimana kalo misalnya ada seorang yang mampir ke sumur kita dan meminum air dari ledeng kita? Apakah kita akan menyalahkannya dan menuduhnya mencuri? tentu saja tidak kan? Kenapa? Apakah air adalah barang yang tidak bernilai bagi kita? Tentu saja kita akan menjawab tidak.
Melihat fenomena ini Matushita Konosuke mengambil suatu pelajaran. Air, sama saja seperti udara yang sangat penting bagi kehidupan kita. Tanpa air kita tidak akan bisa hidup. Segitu pentingnya yang namanya air pun karena jumlahnya yang melimpah kita bisa mengizinkan orang lain untuk mengambilnya. Lalu apa hubungannya dengan manajemen?
Apa yang harus dilakukan seorang manajer melalui perusahaannya adalah menyediakan barang-barang kebutuhan masyarakat yang mudah didapatkan oleh semua lapisan masyarakat dengan mudah seperti halnya air ledeng. Dengan kata lain, tugas seorang manajer adalah bagaimana bisa meminimalkan harga produksi sehingga harga jual bisa di tekan serendah-rendahnya dan bisa dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Tugas manajer adalah sebuah tugas suci. Sebuah tugas kemanusiaan. Seorang manajer tidak seharusnya hanya memikirkan bagaimana perusahaan mandapatkan keuntungan yang besar, tapi juga harus memikirkan sudahkah dia menyejahterakan masyarakat melalui perusahaan yang dipimpinnya? Sudahkah para manajer kita memikirkan hal itu?
Diarsipkan di bawah: Uncategorized
Jepang sudah mulai panas. Setiap hari ramalan cuaca menunjukkan suhu udara selalu berkisar antara 25 derajat celcius. Padahal belum Musim panas lho ya….. Hmmmm…….
Di kala Jepang sudah mulai menyapa musim panas inilah aku akan memulai blog baru. Aku punya mimpi… menjadi manusia terbaik menurut Rasulullah SAW yaitu anfauhum linnas, sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi sesamanya. Bisa nggak ya???? Banyak jalan untuk bisa menjadi “anfa’uhum linnas”. Salah satunya ya dengan berbagi pengalaman dan ilmu.
Melalui blog ini aku mau berbagi pengalaman dan ilmu bersama dunia — kalo bersama dunia mungkin lebih baik pake bahasa inggris kali ya? But, mendokusai kara yametokou, hehehe –. Yossha…. halo dunia…