Diarsipkan di bawah: serba-serbi
Cerita ini terjadi sekitar setahun setengah yang lalu. Waktu itu musim dingin. Aku berangkat menuju tempat kerja dengan jaket tebal dibalut dengan syal hadiah ulang tahun dari seorang sahabat sebelum datang ke Jepang.
“Ohayou gozaimasu” sapaku kepada tencho (kepala toko). Aku pun segera berganti seragam kerja dan menggantungkan jaket dan syalku. Waktu kerja tenchoku yang seorang wanita mendekatiku sambil bertanya,
“Kamu di Indonesia pasti orang kaya, ya?”
“He..?” aku pun keheranan.
“Tuh, kamu bisa beli syal seperti itu.” Aku pun makin keheranan. Emang syal yang kupake semahal apa? Ngobrol punya Ngobrol akhirnya aku bisa menangkap maksud dari ucapan tenchoku tadi. Ternyata syalku itu bukan syal biasa, di syal yang kupake ada lambang LV nya. Alias Louis Vuitton.
“Emang apa salahnya dengan Louis Vuitton?” Aku masih tetap belum bisa menangkap sebab kekaguman tenchoku itu.
“He… kamu nggak tahu ya, Louis Vuitton itu kan mahal banget.”
“sou ka…” jawakbu singkat.
Orang yang nggak ngerti fashion kayak aku ini mana tahu kalo lambang LV yang tertera di syalku itu ternyata adalah merek terkenal. Di Jepang tas, dompet atau pakaian yang bermerek Louis Vuitton harganya bisa mencapai jutaan rupiah. Teman satu shiftku yang juga seorang cewek tiba-tiba ikutan nimbrung dan mengagumi syalku.
“Yanis-san te sugoi yo ne… pasti orang kaya deh,”
Hhhhh….. mendokusai na… menghadapi dua orang cewek yang terkagum-kagum dengan sebuat merek. Memang benar di syalku itu ada lambang LV, tapi aku sendiri tidak yakin kalo syalku itu adalah asli bermerek LV. Di Indonesia mana ada barang yang tidak bisa dipalsu. Tas dan dompet bermerek Gucci aja bertebaran di mana-mana dan bisa di dapatkan dengan mudah. Aku pun tidak berani menanyakan hal ini kepada sahabatku yang sudah susah payah membelikan hadiah ulang tahunku, syal ini asli LV atau nggak.
Di Jepang kasus pemalsuan merek itu tidak ada. Pantaslah kalo mereka mengira kalo syal yang kupakai itu adalah asli bermerek LV. Aku pun tidak berani mengatakan kepada mereka kalo syalku ini asli palsunya tidak tahu.
———–
Aku itu orangnya tidak terlalu mengambil hati dengan merek. Baju, tas, dompet, jaket dan tetek bengek yang berhubungan dengan fashion, menurutku asal nyaman di pake, model bagus, enak dipandang, itu sudah cukup. Mau bermerek atau nggak ya terserah. Beda dengan orang Jepang. Sepertinya merek adalah nomor 1. Setelah itu baru desain dan penampilannya.
Beberapa waktu yang lalu seorang teman menunjukkan dompet bermerek Gucci yang baru saja dibelinya melalui internet dengan harga 30ribu yen atau sekitar 2,7 juta rupiah. Hanya untuk sebuah dompet???? 2,7 juta rupiah????? Kalo beli di toko-toko biasa, dompet dengan desain dan kualitas yang bisa dibilang sama, harganya paling mahal mungkin sekitar 6 ribu yen atau sekitar 570 ribu rupiah. Sayang banget kupikir uangnya. Padahal uang yang ada di dalam dompet mungkin gak sebanyak harga dompetnya kali ya???
“Yah… sekali-kali beli yang bermereka lah…” katanya.
Diarsipkan di bawah: serba-serbi
Setelah 2 bulan lamanya sholat Dzuhur di tempat yang pindah-pindah dalam kampus. Alhamdulillah sekarang aku punya tempat tetap buat sholat dzuhur.
Kuliah dari pagi sampai sore mengharuskan aku untuk melewati waktu dzuhur dalam kampus. Namanya juga Jepang, negara non muslim mana ada yang namanya masjid atau mushollah dalam kampus? Ini membuatku agak kesulitan karena aku adalah satu-satunya muslim dalam kampus. Bagaimana nih sholat dzuhurnya?
“Udah di jamak aja sama ashar, Orang kita juga sedang dalam safar menuntut ilmu di jalan Allah kok,” ada seseorang yang menyarankanku seperti itu. Dan aku mengiyakan. Selama satu bulan lebih sejak pertama kali masuk kuliah pada April lalu, aku selalu menjamak sholat dzuhur di waktu ashar. Tapi, lama kelamaan ada yang terasa mengganjal dalam hatiku. Untuk apa aku menjamak, padahal kalo dipikir waktu untuk bisa melaksanakan sholat dzuhur sangat cukup (dari jam 12 sampai jam 1 siang istirahat). Kalo masalah tempat sholat bukannya aku bisa sholat di mana saja? Begitu suara yang mengganjal dalam hatiku.
Akhirnya mulailah aku searching tempat-tempat yang jarang dilewati orang dalam kampus. Alhamdulillah ada beberapa tempat yang cocok untuk sholat. Tapi tempat yang paling kusuka adalah di atap salah satu gedung berlantai 7 dalam kampus. Pas, kalo di situ gak ada yang bakal lewat. Apalagi ada dinding setinggi badanku, jadi kalopun ada yang lewat gak akan ketahuan.
Yah…. untuk beberapa saat aku manjadikan markas persembunyian tersebut buat tempat sholat. Sampai akhirnya 2 minggu yang lalu aku memberanikan diri untuk meminta ijin salah satu dosenku untuk sholat di kantor penelitiannya. Dosenku ini berasal dari fakultas hum an sosial. Penelitiannya adalah tentang salah satu suku yang ada di Filipina sambil membandingkannya dengan salah satu suku di Sulawesi Indonesia.
Bahasa Indonesianya lancar man. Bahasa Tagalog dan Inggris apalagi, karena penelitiannya kan terkonsentrasi di Filipina. Beliau sudah berulang kali bolak-balik Jepang-Filipina-Indonesia dalam rangka penelitiannya. Maka dari itu beliau tidak asing lagi dengan yang namanya sholat. Ketika aku minta ijin untuk memakai kantor penelitiannya untuk sholat dia langsung saja mengiyakan. “ii yo, ii yo, douzo tsukatte kudasai,” katanya. Beliau juga langsung menawarkan tikar pandan yang beliau beli di Filipina dulu buat alas sholat.
Alhamdulillah sekarang aku sudah dapet tempat sholat dzuhur yang tetap.
Diarsipkan di bawah: serba-serbi
(Kutulis dengan huruf alphabet biar pada bisa baca. Lagi suka lagu ini nih.)
心の穴を埋めたいから 優しいフリして笑った
Kokoro no ana wo umetai kara yasashii furi shite waratta
出会いと別れがせわしく 僕の肩を駆けていくよ
Deai to wakare ga sewashiku. Boku no kata wo kakete iku yo.
ダメな自分が悔しいほど わかってしまうから損だ
Dame na jibun ga kuyashii hodo. Wakatte shimau kara son da.
強くはなりきれないから ただ目をつぶって耐えてた
Tsuyoku ha nari kirenai kara. Data me wo tsubutte taeteta.
ほら 見えてくるよ
Hora Miete kuru yo…..
帰りたくなったよ 君が待つ街へ
Kaeritaku natta yo. Kimi ga matsu machi e
大きく手を振ってくれたら 何度でも振り返すから
Ookiku te wo futte kuretara. Nando demo furi kaesu kara.
帰りたくなったよ 君が待つ家に
Kaeritaku natta yo. Kimi ga matsu ie ni.
聞いて欲しい話があるよ 笑ってくれたら嬉しいな
Kiite hoshii hanashi ga aru yo. Waratte kuretara ureshii na.
たいせつなことは数えるほど あるわけじゃないんだ きっと
Taisetsu na kota ha kazoeru hodo. Aru wake janainda kitto.
くじけてしまう日もあるけど 泣き出すことなんて もうない
Kujikete shimau hi mo aru kedo. Naki dasu koto nante mo nai.
ほら 見えてくるよ
Hora. Miete kuru yo
伝えたくなったよ 僕が見る明日を
Tsutaetaku natta yo. Boku ga miru asu wo.
大丈夫だよってそう言うから 何度でも繰り返すから
Daijoubu day o tte sou yuu kara. Nando demo kuri kaesu kara.
伝えたくなったよ 変わらない夢を
Tsutaetaku natta yo. Kawaranai yume wo.
聞いて欲しい話があるよ うなずいてくれたら嬉しいな
Kiite hoshii hanashi ga aru yo. Unazuite kuretara ureshii na.
帰りたくなったよ 君が待つ街へ
Kaeritaku natta yo. Kimi ga matsu machi e
かけがえのないその手に今 もう一度伝えたいから
Kakegae no nai sono te ni ima. Mou ichido tsutaetai kara.
帰りたくなったよ 君が待つ家に
Kaeritaku natta yo. Kimi ga matsu ie ni.
聞いて欲しい話があるよ 笑ってくれたら嬉しいな
Kite hoshii hanashi ga aru yo waratte kuretara ureshiina.
Lihat videonya di http://www.youtube.com/watch?v=-b0Q0-e-zpU