Yanisalfian’s Weblog


Belajar di Jepang
Mei 25, 2008, 1:14 pm
Diarsipkan di bawah: Kajian

Tulisan ini aku tujukan buat siapapun yang nanya tentang belajar di Jepang.

Mahasiswa asing yang belajar di Jepang aku pisahkan dalam dua kelompok. Kelompok pertama adalah 国費留学生(kokuhi ryugakusei) artinya mahasiswa dengan biaya pemerintah alias beasiswa. Kelompok yang kedua 私費留学生(shihi ryugakusei) yaitu mahasiswa dengan biaya sendiri.

Aku mulai dari kelompok Pertama.

Beasiswa yang disediakan untuk belajar ke Jepang ini ada banyak macamnya. Secara garis besar bisa dibagi menjadi dua macam, yaitu yang bisa diakses dari Indonesia dan yang hanya bisa diakses dari Jepang. Beasiswa yang bisa diakses dari Indonesia jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Setahuku ada Monbusho yaitu beasiswa dari Depdikbud-nya Jepang, ada juga beasiswa Panasonic dan lain sebagainya. Untuk bisa mendapatkan beasiswa tersebut kita harus bersaing melawan ratusan atau mungkin ribuan orang pelamar lainnya dari seluruh Indonesia. Aku sendiri gak tahu jelas tentang sistem pendaftaran dan ujiannya gimana. Kalo mau tahu jelas tentang sistem ujian dan sebagainya silakan kunjungi sendiri official website-nya.

Beasiswa yang kedua yaitu yang hanya bisa diakses dari dalam Jepang saja. Artinya kita sudah ada di Jepang dan sedang belajar di salah satu Universitas di Jepang. Dengan kata lain kita harus menjadi 私費留学生(shihi ryugakusei) terlebih dahulu. Beasiswa yang ini lebih banyak macamnya dan biaya yang dikucurkan tiap bulanpun berbeda-beda. Ada yang menawarkan 40.000 yen perbulan sampai 100.000 yen perbulan dalam masa setahun. ada juga yang langsung mengucurkan 300.000 yen sampai 600.000 yen setahun sekali kocor, dan sebagainya. Lembaga yang menawarkan beasiswa pun bermacam-macam. Misalnya, lembaga yang menghususkan untuk pelajar asing dari Asia, atau Amerika, ada juga yang mengkhususkan untuk satu fakultas tertentu. Ada juga yang mengkhususkan buat cewek saja, dan sebagainya. Tentu saja, beasiswa seperti monbusho dan Panasonic yang aku sebut di atas tadi juga bisa diakses dari dalam Jepang.

Dibandingkan dengan beasiswa yang diakses dari Indonesia, kesempatan mendapatkan beasiswa langsung akses dari Jepang lebih mudah. Karena tiap lembaga beasiswa sudah menentukan Universitas yang jadi objeknya. Sehingga ruang lingkupnya lebih kecil dan pendaftarnya pun hanya berjumlah puluhan saja, sehingga kesempatan untuk bisa mendapatkan beasiswa tersebut lebih besar.

Sekarang kelompok yang kedua. Aku juga termasuk di dalamnya.

Segian besar 私費留学生(shihi ryugakusei) memulai karir belajar mereka di Jepang melalui sekolah bahasa Jepang (日本語学校– nihongo gakkou). Di Jepang terdapat banyak sekali sekolah bahasa Jepang yang bertebaran di seluruh areal Jepang. Murid-muridnya tentu saja bukan orang Jepang tetapi mahasiswa asing yang mau belajar bahasa Jepang. Untuk merekrut siswa, sekolah bahasa Jepang membuka cabang pendaftaran di beberapa negara lain, seperti Cina, Korea, Filiphina, Indonesia dan masih banyak lagi.

Sepengetahuanku sampai sekarang, sekolah bahasa Jepang yang membuka cabang pendaftaran di Indonesia baru ada sekitar 6 sekolah (kemungkinan lebih sih). Di Nagoya 1 (sekolah bahasa Jepangku), Shizuoka kalo gak salah ada 2 sekolah, Lainnya ada di Gifu, Nagano dan Tokyo juga ada.

Di sekolah bahasa kita cuma belajar bahasa Jepang saja. Sebagian besar 私費留学生–shihi ryugakusei menghabiskan waktu 2 tahun untuk sekedar belajar bahasa Jepang demi persiapan masuk Universitas. Demikian juga aku. Pada tahun kedua belajar bahasa Jepang kita harus mengikuti 日本留学試験 — nihon ryugaku shiken, alias SPMB-nya Jepang khusus buat mahasiswa asing. Materi yang diujikan didalamnya ada dua materi pilihan IPA dan IPS dan dua materi wajib yaitu bahasa Jepang dan matematika. Bahasa Jepang dibagi dalam 4 fase yaitu 作文–sakubun (composition) 聴解–choukai (listening) 読解–dokkai (reading) dan 聴読解–choudokkai (gabungan antara listening dan reading). Materi IPA harus memilih dua diantara 3, biologi, fisika dan kimia. Materi IPS di sini disebut dengan Japan and the world, sebagain besar sama dengan pelajaran SMA Indonesia. Matematika ada dua macam pilihan, bagi yang memilih IPS cukup dengan Matematika 1. Bagi yang memilih IPA maka harus memilih Matematika 2. Tentu saja Matematika 2 lebih susah daripada Matematika 1. Materi ujian selain bahasa Jepang, di sekolah bahasaku dulu tidak diajarkan sama sekali. Jadi aku otodidak membeli buku dan belajar sendiri di waktu senggang.

Dari ryugaku shiken di atas, kita akan mendapatkan poin. Poin maksimum untuk bahasa Jepang adalah 400, Matematika 200, IPA atau IPS 200. Poin tersebut menjadi modal kita untuk mendaftar ke Universitas yang kita tuju. Berapa poin yang kita dapat, lalu sesuaikah poin tersebut dengan syarat yang diajukan oleh Universitas dan fakultas yang kita tuju. Kalo sesuai kita daftar, lalu ikut ujian masuk. Setiap universitas punya metode ujian masuk sendiri-sendiri, biasanya sih cuma wawancara dan tulis esai. Untuk menghindari kemungkinan terburuk (tidak lulus ujian masuk) biasanya shihi ryugakusei mendaftar minimal dua universitas. Satu yang paling dituju dan satu lagi yang passing grade-nya agak rendah.

Setelah masuk Universitas, kita bisa mendaftar untuk menerima beasiswa. Tapi sebagian besar setelah masuk semester 3 (tahun ke 2), karena nilai dan absensi sering menjadi syarat. Ini adalah kehidupan shihi ryugakusei dari segi akademis. Yang paling membedakan antara kokuhi ryugakusei dan shihi ryugakusei ada tiga yaitu FULUS, MONEY dan UANG (he…he…he…). Yup, namanya juga biaya sendiri ya uang sekolah, uang hidup, uang ujian, dan tetek bengek lainnya yang berhubungan dengan uang harus keluar dari kantong sendiri atau orang tua.

Kalo orang tuamu bukan orang KONGLOMERAT, jangan coba-coba mengandalkan keuangan dari orang tua. Bayangin saja biaya hidup sebulan disini kalo dirupiahkan berkisar antara 10 juta rupiah. Itu yang pas-pasan lho ya. Terus, apa orang tuaku seorang konglomerat???? Nggak kok. Uang 10 juta perbulan dari mana tuh? Jawabannya adalah dari Arbaito alias kerja part time.

Di jepang mahasiswa asing mendapatkan ijin untuk kerja paruh waktu selama 28 jam seminggu. Dengan kata lain 4 jam sehari. Tapi dalam kenyataannya sebagian besar shihi ryugakusei melebihi batas waktu yang ditentukan. Aku secara pribadi alhamdulillah dari pertama tdatang ke Jepang sampai sekarang belum pernah menerima kiriman uang sepesepun dari rumah. Semuanya berkat part time, yah … meskipun harus mengorbankan waktu tidur jadi cuma 4 sampai 6 jam sehari.

Bagi seorang 私費留学生–shihi ryugakusei belajar dan part time, adalah dua hal yang harus bisa dilakukan dengan seimbang. Di sinilah kadang-kadang terasa beratnya. Demi kelangsungan belajar di negeri Sakura ini shihi ryugakusei sering harus mengorbankan waktu belajarnya untuk bekerja. Ketika dikejar deadline tugas esok harinya sedangkan hari ini harus masuk arbaito, waktu tidurpun menjadi korban. Ketika mahasiswa lain sibuk dengan kegiatan ekstrakurikuler sehabis kuliah, kita harus cepat-cepat pulang karena ada arbaito. Waktu adalah modal yang paling berharga bagi seorang shihi ryugakusei. 1 detik pun bener-bener berharga.

Maka dari itu, kalo kita bisa mendapatkan beasiswa dengan jumlah sedikitpun perbulannya akan terasa sekali bedanya. Tahun ini tahun pertamaku masuk kuliah. Jalan masih kelihatan terjal dan penuh duri, tapi masih ada sinar terang yang menyinari dan melindungi. Jadi inget peribahasa Indonesia, Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian. Bukankah Allah sudah berfirman Inna ma’al ‘usri yusro. Fainna ma’al usri yusro.


& Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar

Assalamu’alaikum Warohmatullahi wabarokatuh,,
Subhanalloh,,bru klik-klik diGoogle utk cri info ttg Jepang,lgsg dpt blog ini,,ak bner2 bruntung,,dtulis oleh saudara seiman lgi,,
Begini,skrg ak lg nunggu wktu pngumuman klulusan skaligus mondar mandir nyari tmpat kul,,studying abroad adl cita2 hidupku,,mgkin cita2 itu akn trasa mdah klo dDukung keuangan keluarga,,tpi ak udah brtekad utk gag make uang ortuku slepas SMA,,maklum,adikku msh da empat,,duh,jdi curhat??

Nah,kmrn2 ada saudaraku yg nawarin ak bwat skul dJepang,,Saudaraku itu pny saudara yg tinggal dJepang,,Saudarany saudaraku yg nwarin,,krn ak seumuran dng anak saudaraku itu,jdi ak jga dTawarin,,otomatis aku mengangguk pnuh smangat wktu dTawarin ibuku,,
Nah,dSmping smangat yg mncul,kraguan n prtnyaan slih brgnti mlalui bnakku,,
Bbrapa udah trjwb dri artikel diAtas,,Tapi ttp ingin ktnyakan lg:
1.wktu brkt dri Indo,Anda mnyiapkn brapa rupiah utk kprluan pmbuatan visa,passport,bli tiket,smpe dpet tmpt tnggal dSna??Anda mngumpulkan sndri atau dri ortu??

Komentar oleh Setya Nurul Faizin

lanjutan:
2.Sulit tdak mndapatkan tmpat tnggal dSna??Anda tnggal diApa(apartemenkah?) Kota apa??
3.Brapa biaya sewa tmpat tnggal Anda??
4.Apakah mncari krja part time dJepang mudah (sprti dAmerika)??Anda krja sbg ap dan brp gajiny??
5.Stlh smpai dSna,bra yen per bulannya yg Anda keluarkan??(diJelaskan trmsuk tmpt tnggal,mkan,transport,komunikasi,biaya kursus bhasa,,)
6.Sulitkah mndptkn mknan halal dSna??Bgaimana pmbagian wktu sholatny??
7.Sya bca dBeberapa blog,prlakuan org Jepang thd kaum muslim kurang baik,,apa benar??

Sblumny maaf prtnyaanny pnjang lebar,,jwabanny diReply keEmail aja,,setya.faizin@yahoo.com,,sesudahnya,aku ucpkan
ARIGATO
(he,,cma bsa itu)
Wassalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh,,

Komentar oleh Setya Nurul Faizin

kamu tau tidak mengenai kerja paruh waktu untuk seorang muslimah yang telah menikah dengan seorang japanese

Komentar oleh dian




Tinggalkan komentar
Baris dan paragraf terpisah secara otomatis, alamat email tidak akan ditampilkan, kode HTML diperbolehkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>