Diarsipkan di bawah: Ekonomi
Matushita Konosuke, pendiri Matushita Denki Sangyo (Matsushita Electronic Corporation) mempunyai suatu filsafat dalam menjalankan manajemen bisnisnya yang perlu kita tiru. Yaitu filsafat air ledeng — apaan tuh???–
Di dunia materialis seperti sekarang ini, apabila seseorang mengambil barang bernilai kita maka kita akan menyalahkannya dan menuduhnya mencuri. Ini adalah suatu hal yang wajar adanya. Tapi, bagaimana kalo misalnya ada seorang yang mampir ke sumur kita dan meminum air dari ledeng kita? Apakah kita akan menyalahkannya dan menuduhnya mencuri? tentu saja tidak kan? Kenapa? Apakah air adalah barang yang tidak bernilai bagi kita? Tentu saja kita akan menjawab tidak.
Melihat fenomena ini Matushita Konosuke mengambil suatu pelajaran. Air, sama saja seperti udara yang sangat penting bagi kehidupan kita. Tanpa air kita tidak akan bisa hidup. Segitu pentingnya yang namanya air pun karena jumlahnya yang melimpah kita bisa mengizinkan orang lain untuk mengambilnya. Lalu apa hubungannya dengan manajemen?
Apa yang harus dilakukan seorang manajer melalui perusahaannya adalah menyediakan barang-barang kebutuhan masyarakat yang mudah didapatkan oleh semua lapisan masyarakat dengan mudah seperti halnya air ledeng. Dengan kata lain, tugas seorang manajer adalah bagaimana bisa meminimalkan harga produksi sehingga harga jual bisa di tekan serendah-rendahnya dan bisa dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Tugas manajer adalah sebuah tugas suci. Sebuah tugas kemanusiaan. Seorang manajer tidak seharusnya hanya memikirkan bagaimana perusahaan mandapatkan keuntungan yang besar, tapi juga harus memikirkan sudahkah dia menyejahterakan masyarakat melalui perusahaan yang dipimpinnya? Sudahkah para manajer kita memikirkan hal itu?
& Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Bismillah,
Filsafat yang sangat berharga untuk diikuti oleh para manajer dan juga tidak lupa calon-calonnya. Termasuk di antaranya teman kita ini, Muhammad Yanis Alfian, yang sedang kuliah bisnis di Nagoya City University, Japan.
Mari kita terus bergerak maju meraih mimpi-mimpi yang telah terajut indah. KEEP MOVING FORWARD, everybody!
Wassalam,
Muhammad Fathul Ihsan
PS: Kalo ada, cariin juga dong filsafat yang bagus untuk engineer dan calon engineer (seperti siapa ya….?)^_^
Komentar oleh Muhammad Fathul Ihsan Mei 6, 2008 @ 1:54 pmaku ikutan konsulku. fathul ihsan. ust. yanis alfian, kalo antum gak lupa, ya pasti inget sama saya. coba antum liat di http://www.cintailmoe.wordpress.com
fren, gimana kabarnya?
masih di jepang?
ato udah disby?
kasih kabar lah buat temen temen..
biar bisa ikutan sukses…
salam. azavirtium
Komentar oleh Lintang Parahening Mei 25, 2008 @ 9:40 am